Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Merasa Krisis Identitas? Lakukan 6 Hal Ini untuk Mengatasinya

Krisis identitas merupakan kondisi yang membuat seseorang tidak mengenali siapa dirinya. Hal ini banyak terjadi pada milenial yang belum menemukan jati dirinya. Namun ternyata bukan hanya milenial saja lho, terkadang setiap orang juga pernah merasakannya.

Merasa Krisis Identitas? Lakukan 6 Hal Ini untuk Mengatasinya

Krisis identitas menyebabkan seseorang tidak tahu ke mana dia harus melangkah dan melanjutkan hidup dengan baik. Dia lebih cenderung mengikuti arus tanpa pegangan diri yang kuat. Kalau seandainya yang dia ikuti merupakan hal baik, itu sebenarnya justru sangat mendukung pola hidupnya.

Lantas bagaimana jika dia terjebak dalam hal buruk? Bisa jadi dia akan terbunuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Teruntuk manusia yang kuat dan ingin hidupnya lebih bermakna serta bahagia, yuk simak penjelasan agar kamu bisa keluar dari krisis identitas!

1. Mencari lingkungan yang mendukung kamu untuk perkembangan menjadi lebih baik

Tidak selalu lingkungan yang kamu anggap baik itu berdampak positif, begitupula sebaliknya. Lingkungan sangat mendukung seseorang dalam perkembangan dan pertumbuhan hidupnya.

Keluarga memang merupakan faktor utama seseorang bisa berkembang menjadi lebih baik. Namun bagaimana jika memiliki keluarga yang sangat toxic? Keluarga seperti ini menjadi faktor besar seseorang terhambat untuk bisa menjalani hidup dengan baik.

Jika memang orang-orang terdekatmu malah tidak mendukungmu, kamu bisa mendengarkan podcast atau menonton motivasi hidup lewat media sosial atau mengikuti acara seminar dan sejenisnya. Dijamin itu sangat membantu membentuk kepribadianmu.

2. Sering mengajak diskusi guru atau orang yang memiliki wawasan luas

Orang yang memiliki wawasan luas sangat memiliki dampak besar untuk membantu kamu dalam memerangi krisis identitas. Pasalnya mereka akan menunjukkan dunia luar yang seharusnya bisa kamu kejar. Cobalah untuk sering mengajak diskusi atau bertanya mengapa krisis identitas kerap sekali menghampirimu.

Lagipula ingatlah semua masalah dalam hidup pasti ada solusi. Memendam masalah sendiri justru akan membuatmu semakin stres dan semakin kehilangan jati diri, karena kamu semakin merasa bahwa hidup ini semakin menyiksa.

Berceritalah dengan sharing pengalaman bersama orang-orang yang dirasa sangat mumpuni. Jika memang kamu tidak memiliki wadah untuk bercerita, hal paling akhir ungkapkan rasa gelisahmu kepada sang pencipta hidup.

3. Tulislah semua goals di catatan khusus

Menulis merupakan hal paling sederhana untuk membantu kamu mengingat semua goals yang harus segera dilakukan. Jika merasa bingung atas hidupmu, cobalah menulis goals-mu, contoh yang paling sederhana misalnya hidup bahagia.

 

Selanjutnya kamu harus bisa observasi terkait permasalahan agar hidupmu bisa bahagia. Cobalah lihat di sekeliling, kamu bisa belajar dari mereka terkait pencapaian kebahagiaan hidup. Setelah itu, kamu bisa menyusun plan serta goals yang harus dilakukan. Hal tersebut akan membantumu untuk menemukan siapa dirimu sebenarnya.

4. Sering mengikuti kegiatan yang bermanfaat

Sejak dini, lingkungan sekolah sangat mendukung seseorang dalam mengembangkan diri. Tetapi kebanyakan kamu hanya mengerti mengenai hard skill saja. Sangat jarang seseorang mampu mengembangkan soft skill dalam dunia kanak-kanak.

Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengikuti kegiatan atau organisasi agar krisis identitas bisa teratasi. Kamu bisa mengenal banyak orang dari semua sifat sehingga kamu bisa menyelaraskannya dengan pribadimu. Kegiatan tersebut bisa melatih kamu untuk menjadi orang yang profesional.

Perlahan kamu akan menyadari bahwa setiap orang juga memiliki kekurangan serta kelebihan, jangan selalu fokus akan kekuranganmu saja tetapi harus bisa memperbaikinya dari kelebihan yang kamu miliki

5. Jadilah orang yang selalu bisa humble terhadap siapa saja

Secara harfiah, sifat humble dapat diartikan sebagai orang yang asik ke semuanya tanpa memandang ras, golongan, pangkat, derajat, dan sebagainya. Dengan adanya hal semacam itu, kamu pasti kan menghilangkan rasa sombong yang sebelumnya ada di dalam diri.

Lagipula kesombongan yang kamu miliki justru akan membawa malapetaka. Bukan hanya krisis identitas, tapi bisa jadi krisis kehidupan pun menghampirimu. Jangan membeda-bedakan orang lain jika kamu ingin mencari teman yang baik.

6. Banyaklah bergaul dengan orang

Krisis identitas juga disebabkan karena kurangnya interaksi dengan orang lain sehingga seseorang menjadi lebih pendiam, takut, dan malu ketika sedang bersosialisasi. Hal tersebut bisa membuat seseorang semakin minder ketika berhadapan dengan orang banyak.

Rasa kurang percaya diri ini akhirnya bisa membuat kamu terjebak dalam situasi yang sulit, karena kamu tidak yakin bahwa untuk menampilkan kemampuanmu. Kemampuan dan bakatmu akan terpendam hanya karena ketakutan yang ada dalam dirimu.

Cobalah untuk mulai berani berinteraksi dengan orang-orang yang berada di sekitarmu. Berinteraksi tidak harus melakukan percakapan dengan waktu yang lama, tapi cobalah dengan memberikan sebuah oleh-oleh, sapaan yang ramah, dan bantulah jika mereka sedang berada dalam kesulitan.

Hal tersebut bisa membuat orang-orang lebih kenal denganmu dan kamu akan merasa nyaman dalam berbuat baik. Dari sini kamu akan menyadari bahwa dirimu hanya kekurangan kasih sayang dari orang-orang di sekitarmu.

Jadi itulah beberapa poin yang bisa kamu lakukan agar krisis identitas tidak lagi menghampirimu. Intinya selalu banyak belajar, berusaha, dan berdoa agar hidupmu menjadi semakin lebih baik. Kesuksesan itu harus dibarengi dengan kerja keras dan doa yang nyata, bukan hanya sekadar khayalan semata.

Posting Komentar untuk "Merasa Krisis Identitas? Lakukan 6 Hal Ini untuk Mengatasinya"